Minggu, 14 Maret 2021

TIPE TESTING


Definisi Testing Menurut Para Ahli

·     Menurut Hetzel 1973: Testing adalah proses pemantapan kepercayaan akan kinerja program atau sistem sebagaimana yang diharapkan.

·    Menurut Myers 1979: Testing adalah proses eksekusi program atau sistem secara intens untuk menemukan error.

·       Menurut Hetzel 1983 (Revisi): Testing adalah tiap aktivitas yang digunakan untuk dapat melakukan evaluasi suatu atribut atau kemampuan dari program atau sistem dan menentukan apakah telah memenuhi kebutuhan atau hasil yang diharapkan.

·       Menurut Standar ANSI/IEEE 1059: Testing adalah proses menganalisa suatu entitas software untuk mendeteksi perbedaan antara kondisi yang ada dengan kondisi yang diinginkan (defects / errors / bugs) dan mengevaluasi fitur-fitur dari entitas software.

 

Prinsip Testing

Terdapat 6 kunci prinsip-prinsip testing, yaitu:

·         Testing yang komplit tidak mungkin.

·         Testing merupakan pekerjaan yang kreatif dan sulit.

·         Alasan yang penting diadakannya testing adalah untuk mencegah terjadinya errors.

·         Testing berbasis pada resiko.

·         Testing harus direncanakan.

·         Testing membutuhkan independensi.

 

Tahapan Testing

Ada 2 tahapan testing, yaitu:

·         Pre Implementation Testing (Testing Sebelum Implementasi)

Sebelum di implementasikan ide/konsep harus di test terlebih dahulu. Pre implementation tidak dilakukan oleh programmer atau tim testing, tetapi oleh tim reviewer, yang terdiri dari

project manager, klien atau pembangun sistem.

·         Post Implementayin Testing (Testing Setelah Implementation)

Teknik testing biasanya terdiri dari 2, yaitu:

A.    White box

Logika, kondisi, perulangan atau blok statment, testingnya sebagian atau seluruh bagian program.

B.     Black box :

1.      Testing dilakukan tanpa mengetahui dari struktur programnya.

2.   Dilakukan selain programmer atau orang yang tidak mempunyai akses langsung kedalam program.

3.   Program ditesting dengan cara di input ke dalam black box dan di cek apakah outputnya sesuai dengan perintah.

 

Tipe Testing

·         Volume : Memfokuskan untuk input yang besar

·         Usability : Mengukur reaksi user ( Skala 1 : 10 )

·         Performance : Mengukur kecepatan pada beberapa keadaan

·         Configurasi : Mengkonfigurasi untuk bermacam-macam hadware atau software

·         Compatibility : komplabiliti dengan aplikasi lain ( mengukur watu adaptasi )

·         Relibiality / availability : mengukur ketahanan pada priode waku yang lama

·         Security : Mengukur keamanan program

·         Resource Usage : Mengukur penggunaan RAM, ruang disk, dll

·         Installabiltiy : di install pada bermacam-macam keadaan ( mengukur waktu install )

·         Recoverabilty : mengukur waktu untuk me-recover

·         Serviceability ; mengukur waktu service

·         Load / stress : untuk data extreame dan traffic

·         Regression testing

·         Penerimaan user / User Acceptance Testing

·         Beta testing

·         Release testing

·         Dll

 

Pihak-Pihak yang Melakukan Testing

·         The programmer

·         Tim tester

·         Beta tester

·         Kostumer

·         Maintainer

·         Dll

 

Tahap-Tahap Testing

·         Unit Testing

Tidak ada standar untuk sesuatu yang dinamakan dengan unit :

A.  Unit testing mengecek kohesi tunggal antara prosedur atau fungsi dengan prosedur atau fungsi yang lain.

B.     Bagian terkecil dari program ditesting dan di compile.

C.     Sebuah fungsi yang dapat ditulis dalam suatu waktu tertentu

·         Integration Testing

Integration testing adalah proses mengecek masing – masing unit apakah tetap bekerja dengan baik ketika diintergrasikan.

·         System Testing

A.  Pada system testing, pengecekan terhadap apakah tetap bekerja dengan baik pada kondisi normal.

B.  Pengecek juga mengecek performance dari sistem, dengan kondisi tidak normal misalnya dengan cara memasukan jumlah data input yang besar.

C.  Pengecek juga mengecek apakah sistem akan menampilkan pesan yang benar ketika sebuah error terjadi.

D.   Pengecek juga mengecek keamanan dari sistem.

 

Bagian-Bagian yang Dilakukan Testing

·         Bagian Statment / Statment Coverage

·         Bagian Percabangan / Branch Coverage

·         Bagian Kondisi / Condition Coverage

 

Testing Tools

Testing bervolume besar biasanya membutuhkan penggunaan tool-tool otomatis, JACOBSON menyarankan bahwa 75% dari test lebih baik dilakukan secara otomatis dari pada dilakukan secara manual. Kemampuan dari tools otomasi sistem:

·      Merekam aksi mouse dan keyboard untuk memungkinkan pengulangan pemutaran kembali

·         Jalankan test script secara berulang-ulang

·         Memungkinkan untuk merekam hasil test

·         Merekam hasil test

·         Merekam run time error

·         Membuat dan mengatur regression test

·         Menghasilkan test report

·         Menghasilkan test data

·         Merekam penggunaan memory

·         Mengatur / mengelola test case

·         Analisa keseluruhan